Jumat (28/8) tepatnya pukul 07.00 WIB, seluruh warga sekolah berkumpul di aula Bung Tomo dan aula 2. Siswa-siswi dan Bapak Ibu Guru maupun Staf TU mengenakan busana muslim. Suasana lain dari biasanya. Hal ini diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diisi selawat dengan iringan hadrah dan tausiyah dengan tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW di Era Digital: Memantabkan Iman dan Merajut Ukhuwah Islamiyah dengan Berselawat”.

Acara dibuka Kepala SMAN 1 Mojosari, Bapak Wardoyo, S.Pd., M.M.Pd. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanyal menjadi kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mengambil teladan dari akhlak Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan Dr. K.H. Akh. Jazuli, S.H., M.Si. Beliau mengajak hadirin untuk menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai panutan utama, apalagi saat sedang aktif di dunia maya. Beliau menekankan pentingnya sifat sabar, bersyukur, dan memikirkan perasaan orang lain sebelum, membagikan konten di media sosial. Di samping itu beliau juga mengingatkan pentingnya beribadah, menjaga hubungan baik, peduli kepada keluarga. Setelah mendengarkan tausiyah, seluruh warga sekolah larut dalam lantunan selawat yang dipimpin oleh majelis selawat ekskul banjari SMAN 1 Mojosari.
Suasana kebersamaan ini terus berlangsung khidmat hingga acara ditutup menjelang waktu salat Jumat. Kelancaran acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras stakholder yang ada. Mohd. Mahrus, S.Ag., M.Pd.I., selaku Guru Pendidikan Agama Islam menyampaikan, “Alhamdulillah anak-anak sangat antusias dan tertib dalam mengikuti kegiatan. Itu saja sudah merupakan wujud meneladani akhlak Kanjeng Nabi.”
Adhim sebagai salah satu panitia juga berkomentar. “Persiapannya lumayan banyak, terutama mengatur teman-teman supaya tetap tertib. Tapi dari sini kami jadi belajar kerja sama agar acara bisa sukses” ungkap Adhim. Baginya, menjadi panitia Maulid memberikan pengalaman seru karena bisa merasakan langsung kekompakan warga sekolah. Pesan-pesan bermakna dari tausiyah tersebut turut meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa.

Widya dari kelas XI-8, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan sudut pandang baru mengenai cara mengamalkan ajaran Rasulullah di tengah kehidupan modern saat ini. “Yang paling ngena buat aku itu soal gimana kita bisa meneladani akhlak Nabi lewat hal sederhana, kayak bersabar, bersyukur, dan sayang sama keluarga” tuturnya. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Mojosari akhirnya bukan hanya menjadi sebuah agenda tahunan.
Melalui tausiyah dan selawat bersama, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi siswa untuk kembali melihat akhlak Rasulullah sebagai teladan. Di tengah perkembangan era digital, pesan tentang kesabaran, rasa syukur, kasih sayang, menjaga silaturahmi, serta bijak dalam bermedia sosial menjadi nilai yang relevan untuk terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter & Penulis: Zabrina & Audi
