MOJOSARI — SMA Negeri 1 Mojosari menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pramuka yang dipadukan dengan kegiatan kokurikuler Fashion Show Batik Berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga hingga semua siswa.

Kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan Hari Pramuka dengan pembina upacara, Ibu Arie Setyowati, S.Pd. Beliau menyampaikan kesannya terhadap antusiasme para siswa. “Anak-anak saat ini sangat antusias mengikuti kegiatan upacara Hari Pramuka, karena dikemas dengan kegiatan yang menyenangkan. Pramuka menjadi wadah agar anak belajar mandiri, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Harapan ke depannya, semoga semua anggota Pramuka dapat menanamkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka menjadi pribadi yang baik, berintegritas, dan berakhlak mulia,” tutur Ibu Arie.
Vivelia, perwakilan ekstrakurikuler Dewan Ambalan, turut menceritakan persiapan yang dilakukan sebelum upacara. Persiapan dimulai sejak tiga hari sebelum acara (H-3), dengan membagi petugas upacara, menyusun protokol, serta berlatih menyanyikan Hymne Pramuka dan Mars Dewan Ambalan.

“Yang paling berkesan menurut saya adalah saat pembacaan Dasa Darma Pramuka, di mana adik Arynda dapat membawakannya dengan suara yang sangat tegas dan lantang,” ungkap Vivelia.
Bagi Sabrina, peserta upacara dari kelas 12, peringatan Hari Pramuka tahun ini terasa lebih berkesan karena menjadi upacara Hari Pramuka terakhir yang ia ikuti selama berada di bangku sekolah.
“Upacara hari ini terasa seru karena pengalaman peringatan Hari Pramuka hanya terjadi satu kali setahun. Apalagi ini menjadi upacara Hari Pramuka terakhir untuk saya di bangku sekolah, jadi rasanya sangat berkesan. Ditambah di akhir acara juga sempat ada ucapan ulang tahun Pak Wardoyo, Kepala Sekolah, jadi makin fun! Harapanku untuk Pramuka di SMAN 1 Mojosari semoga semakin berkembang, membawa banyak manfaat, semakin dikenal, dan mampu mencetak anggota yang berguna untuk masa depan bangsa,” ujar Sabrina.

Perpaduan kegiatan Hari Pramuka dan Smophoria mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Ibu Sulastri, S.Pd., selaku Waka Kesiswaan, menyampaikan rasa bangganya terhadap kerja sama seluruh warga sekolah.
“Anak-anak hebat semua, baik panitia maupun peserta sangat bersemangat dalam memeriahkan kegiatan ini. Segenap keluarga besar SMAN 1 Mojosari juga menunjukkan kekompakan dan kontribusinya.”
Unjuk Kreativitas Lewat Fashion Show Batik
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Fashion Show Batik yang mengusung tema “Kearifan Lokal”. Kegiatan ini merupakan bagian dari kokurikuler dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 10. Para peserta menampilkan berbagai kreasi busana yang memanfaatkan batik.
Bapak Sudirman, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat siswa dalam berkarya dan berkreasi sesuai dengan slogan SMAN 1 Mojosari, yaitu “Selalu Menuju Masa Depan”.
“Harapan saya, anak-anak generasi yang hebat ini terus melanjutkan kearifan lokal budaya melalui batik seperti yang disampaikan oleh UNESCO bahwa kita nanti dengan karya bisa memperingati Hari Batik Indonesia,” ujar Pak Dirman.
Menurut Pak Dirman, pelaksanaan fashion show tahun ini berlangsung meriah dan dapat terkoordinasi dengan baik. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi sebuah gelar karya yang hebat.
Pelaksanaan fashion show juga melibatkan panitia dari OSIS. Achmad Aminatul Firdaus (kelas 11.3) turut membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis acara. Persiapan telah dilakukan sejak sehari sebelum kegiatan, mulai dari menyiapkan tripleks, meja, kursi, dan berbagai perlengkapan lainnya. Pada pagi hari, panitia tinggal menata perlengkapan yang telah disiapkan.
Menurut Achmad, salah satu tantangan dalam pelaksanaan acara adalah mengoordinasikan peserta dari 12 kelas. Jarak antarkelas yang cukup jauh membuat panitia harus memanggil para peserta satu per satu.
Ia juga berharap peserta ke depannya dapat lebih menaati peraturan, terutama dalam penggunaan riasan. Menurutnya, riasan yang natural dan sesuai standar sekolah akan lebih baik.
Salah satu peserta fashion show mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Perasaan aku gembira sekali melihat kreativitas teman-teman. Dalam persiapannya, kami memanfaatkan batik untuk berbagai kreasi—ada yang dibuat menjadi rok, slayer, hingga atasan baju,” ungkapnya.
Penampilan para peserta juga mendapat tanggapan dari siswa yang menyaksikan fashion show.
“Kesan saya keren banget! Mengingat kita baru belajar membatik di sini, tapi hasilnya sudah bagus-bagus. Ada yang meriah, ada yang sederhana tapi elegan. Satu kata untuk fashion show hari ini: Interesting!” ulas salah satu siswa penonton.
Reporter: Ayra
Penulis: Atikah
