BerandaAgendaKokurikuler Smansa Mozar Angkat Kearifan Lokal Batik Mojosarian

Kokurikuler Smansa Mozar Angkat Kearifan Lokal Batik Mojosarian

Mojosari, 14 Agustus 2026 — Fashion show sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler kelas 10 SMAN 1 Mojosari berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Kearifan Lokal” dengan menampilkan kreativitas siswa melalui karya batik yang dibuat sejak awal kegiatan kokurikuler pada 10 Agustus 2026.

Kegiatan fashion show ini menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenalkan dan melestarikan budaya batik. Para siswa kelas 10 sebelumnya telah mengikuti kegiatan pembuatan kain batik, lalu hasil karya tersebut digunakan dalam busana yang ditampilkan pada fashion show.

Dari sisi pembina, Pak Dirman menyampaikan bahwa fashion show tahun ini bertujuan untuk membangkitkan semangat siswa dalam berkarya dan berkreasi. Tema kearifan lokal juga menjadi bagian dari upaya untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda.

“Fashion show kali ini bertemakan ‘kearifan lokal’ dengan tujuan membangkitkan semangat anak-anak dalam berkarya, berkreativitas sesuai slogannya SMAN 1 Mojosari, ‘Selalu Menuju Masa Depan’,” jelas Pak Dirman.

Ia juga berharap siswa dapat terus melanjutkan pelestarian budaya lokal, khususnya batik. Menurutnya, karya siswa dapat menjadi salah satu cara untuk memperingati dan menjaga keberadaan batik sebagai bagian dari budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan UNESCO.

Pak Dirman turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan fashion show tahun ini. Menurutnya, acara berlangsung lebih meriah dan menunjukkan koordinasi yang baik. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan berkembang menjadi gelar karya yang semakin baik.

Menurut Achmad Aminatul Firdaus, siswa kelas 11.3 sekaligus pengurus OSIS yang bertugas sebagai panitia, persiapan acara telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Berbagai perlengkapan seperti tripleks, meja, dan kursi telah disiapkan sehingga pada pagi hari panitia hanya perlu menata tempat.

“Persiapan dari panitia itu sudah dari kemarin. Jadi, dari kemarin sudah disiapkan tripleks, meja, kursi dan sebagainya. Paginya tinggal menata saja,” ujar Achmad.

Achmad juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar panitia adalah memanggil para peserta dari 12 kelas. Jarak antarkelas yang cukup jauh membuat panitia perlu bekerja lebih keras agar seluruh peserta dapat berkumpul sesuai waktu yang ditentukan.

Untuk kegiatan berikutnya, Achmad berharap para peserta dapat lebih menaati aturan yang telah ditetapkan, terutama terkait tata rias. Ia menilai penggunaan make up yang lebih sederhana dan natural akan lebih sesuai dengan ketentuan kegiatan.

Salah satu peserta fashion show, Marsha Ayu Salsabila kelas 10.12, turut mengungkapkan rasa bahagianya saat mengikuti kegiatan. Ia merasa senang dapat melihat berbagai kreativitas siswa yang ikut berkontribusi dalam pelestarian seni batik.

“Perasaan aku bahagia, gembira juga senang melihat kreativitas para siswa-siswi yang ada di sini, karena kreativitas ini bisa mengembangkan atau melestarikan seni batik yang ada di sini,” ungkapnya.

Dalam persiapannya, peserta juga berfokus pada penggunaan kain batik sebagai bagian dari busana. Ada peserta yang menggunakan kain batik sebagai rok, sementara peserta lain menggunakannya sebagai atasan maupun bagian lain dari pakaian.

Antusiasme juga datang dari penonton. Salah satu siswa yang menyaksikan fashion show, Roby Al Karim kelas 10.9, menilai hasil karya para peserta cukup menarik, terlebih para siswa kelas 10 baru saja belajar membuat batik.

“Kesan saya itu keren, mengingat kita baru belajar membatik di sini, tapi hasilnya lumayan bagus-bagus. Ada yang ramai, ada yang sederhana, simpel tapi bagus,” tuturnya.

Saat diminta memberikan satu kata untuk menggambarkan fashion show hari itu, ia memilih kata “interesting”.

Fashion show kokurikuler kelas 10 SMAN 1 Mojosari akhirnya tidak hanya menjadi ajang penampilan busana, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk berkarya, berkreasi, serta mengenal dan melestarikan kearifan lokal melalui batik.

 

Reporter: Maisyah, Hemy, Sekar, Zabrina Penulis: Silvana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

spot_img