BerandaAgenda“Genggam Tanah, Lepas Gawai” Sambut Hari Bebas Gawai Di Smansa Mozar

“Genggam Tanah, Lepas Gawai” Sambut Hari Bebas Gawai Di Smansa Mozar

Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan kerja sama siswa melalui berbagai aktivitas nyata. Melalui kokurikuler ini, siswa diajak belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga lewat pengalaman langsung yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dikolaborasikan antara Program Ketahanan Pangan dengan program Hari Bebas Gawai.

Kegiatan bertema “Genggam Tanah, Lepas Gawai” yang dilaksanakan pada 11–13 Mei 2026. Sasaran kegiatan adalah seluruh siswa kelas X dan XI dengan tujuan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada gadget. Program ketahanan pangan juga menyediakan lahan yang ditanami oleh Bapak Ibu Guru dengan berbagai macam tanaman sayur.

 

Kepala SMAN 1 Mojosari, Wardoyo, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan pentingnya belajar langsung dengan alam. “Anak-anak kami ajak belajar langsung dengan alam. Program ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, terhadap lingkungan, belajar bertanggung jawab terhadap ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget.”

Bapak Hermawan, S.Si. selaku penanggung jawab program berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter siswa agar lebih peduli lingkungan dan mampu bekerja sama dengan baik.

“Melalui kegiatan ini saya berharap siswa tidak hanya sibuk dengan gawai, tetapi juga belajar bekerja sama, peduli lingkungan, dan menghargai proses,” ujarnya.

Kegiatan diawali di aula sekolah dengan pengarahan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan membangun interaksi sosial secara langsung. Siswa juga mendapatkan seminar dari Bu Vera Nonika, S.Pd. tentang pemanfaatan barang bekas menjadi pot tanaman serta teknik dasar menanam.

 

Setelah seminar, siswa langsung mempraktikkan pembuatan pot dari galon bekas Le Minerale di halaman belakang sekolah. Mereka bekerja secara berkelompok mulai dari memotong galon, mengecat menggunakan cat akrilik maupun pilox, hingga membuat lubang drainase memakai solder.

 

Adhim Rahmatulloh Lail dari kelas X.1 mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Galon yang awalnya cuma sampah bisa jadi pot yang bagus setelah dicat dan diberi tanaman,” katanya.

Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan salat dhuha bersama yang dipimpin Pak Imam Safi’i. Selanjutnya, siswa menanam berbagai bibit seperti cabai, kangkung, sawi, terong, seledri, dan tomat ke dalam pot yang telah dibuat sebelumnya.

Menurut Niki Dwi Yani Natasya dari kelas X.4, kegiatan ini mengajarkan siswa tentang tanggung jawab dalam merawat tanaman.

“Kami jadi tahu cara merawat tanaman karena setelah ini tanaman tetap dipantau perkembangannya, bukan cuma ditanam lalu ditinggal,” ujarnya.

Hari terakhir diisi dengan jalan santai keliling lingkungan desa dilanjutkan dengan lomba gobak sodor antarkelas. Kegiatan ini dipandu Ibu Nurlaili Dewi, S.Pd., M.Pd. dan Bapak Syaifudin Zuhri, S.Pd. Permainan tradisional tersebut dipilih untuk melatih kekompakan dan mengajak siswa menikmati kebersamaan tanpa gadget. Tanpa terasa keseruan berlangsung di lapangan sejak pagi hingga sore. Kerja sama, kekompakan, keceriaan, dan saling bertanggung jawab betul-betul terwujud tanpa menggunakan gawai seharian.

 

Reporter: Rani, Amel

Penulis : Kenyo, Ayra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

spot_img